Merapatkan Hati
Sebuah kegalauan yang tak terbendung kini makin meluap
Tak tau kemana arah yang hendak dituju
Berjalan mengikuti arah angin yang berhembus
Aku bagaikan seorang nahkoda disebuah perahu tanpa mesin
tak dapat ku arahkan perahu itu kemana harus kutuju
namun hanya menunggu angin yang berhembus membawaku ketujuan
aku tak tau apakah aku harus terus terombang ambing
apa aku harus merapatkan kapalku didermaga yang tak kukenal
ataukah aku harus terdampar disebuah pulau yang tak bertuan
aku tak tau dan aku tak mengerti ini semua
aku hanya mencoba tak kandas ditengah jalan dalam pencarianku
yang ku inginkan hanya sebuah persinggahan tuk merapatkan hati ini
tuk membagi segalanya dalam kewajaran
untuk melepaskan segala beban yang mengglayuti pikiran dan akalku
kemanakah akanku rapatkan hati ini
semuanya akan kuserahkan pada apa yang ada dihadapanku
dan apa yang ada pada harapanku.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home